polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138

APBN Semester I-2023 Surplus Rp 152,3 T, Sri Mulyani Tegaskan Ekonomi RI Sehat

Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Selasa, 4 Juli 2023 – 15:58 WIB

Jakarta –  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2023 mengalami surplus sebesar Rp 152,3 triliun. Hal itu disampaikannya dalam sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga :

Sri Mulyani Soal Target 2045: Perlu Bangun Ekonomi dan Pendidikan yang Inklusif

Sri Mulyani mengatakan, selama enam bulan pertama pada 2023 APBN mengalami surplus, yang diikuti oleh surplusnya keseimbangan primer. Hasil itu menurutnya, merupakan hal yang positif.

“APBN 2023 semester I surplus Rp 152,3 triliun. Keseimbangan Primer surplus Rp 368,2 triliun,” kata Sri Mulyani lewat Instagramnya @smindrawati dikutip Selasa, 4 Juli 2023.

Baca Juga :

Sri Mulyani Ungkap Pemerintah Jor-joran Gelontorkan Anggaran Pendidikan karena Ini

Bendahara negara ini menuturkan, dengan surplusnya APBN ini maka pendapatan negara mencapai Rp 1.407,9 triliun atau 57,2 persen dari target. Jumlah itu tumbuh 5,4 persen secara year on year (yoy).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Photo :

VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Baca Juga :

Banyak Jalan Daerah Rusak Parah, Pimpinan Komisi V DPR Usulkan UU Tentang Jalan Segera Direvisi

“Penerimaan pajak mencapai Rp 970,2 triliun (56,5 persen target) tumbuh 9,9 persen yoy utamanya ditopang PPh Badan (tumbuh 26,2 persen yoy). Dan PPN Dalam Negeri (tumbuh 19,5 persen yoy), ekonomi kita masih tumbuh cukup baik,” ujarnya.

Sementara itu, pada penerimaan Bea Cukai sebesar Rp 135,4 triliun atau tumbuh negatif 18,8 persen, PNBP mencapai Rp 302,1 triliun atau 68,5 persen tumbuh 5,5 persen yoy. Hal itu terutama berasal dari komoditas non migas tumbuh 94,7 persen yoy, dan dividen BUMN yang tumbuh 19,4 persen yoy.

Halaman Selanjutnya

Sri Mulyani menjelaskan, pada belanja negara mencapai Rp 1.254,7 triliun atau 41,0 persen. Angka itu tumbuh 0,9 persen. Dalam hal ini Belanja Pemerintah Pusat (BPP) Rp 891,6 triliun tumbuh 1,6 persen.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %