polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
slot rusia
disko69
slot thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
slot jepang
disko69
ngaso77
zoro77
dino69

Capai US$25,13 Miliar, Impor Non-Migas RI Januari-Mei 2023 Didominasi Tiongkok

Kapal yang membawa barang-barang ekspor dan peti kemas China.
0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Kamis, 15 Juni 2023 – 14:31 WIB

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa total nilai impor nonmigas dari 13 negara pada Mei 2023, mencapai US$14,56 miliar atau naik 49,68 persen dibandingkan April 2023. 

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud menjelaskan, kondisi tersebut utamanya dipengaruhi oleh naiknya nilai impor dari beberapa negara utama. Di antaranya Tiongkok sebesar US$1,80 miliar (43,71 persen), Jepang US$603,3 juta (61,15 persen), dan Thailand US$385,5 juta (62,83 persen). 

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, impor dari 13 negara utama selama Januari-Mei 2023 turun US$1,61 miliar atau sekitar 2,57 persen. Penurunan nilai impor terutama berasal dari Tiongkok US$837,4 juta (3,22 persen), Singapura US$480,1 juta (12,94 persen), dan India US$435,4 juta (13,32 persen). 

“Dilihat dari peranannya terhadap total impor non-migas Januari-Mei 2023, kontribusi tertinggi masih didominasi oleh Tiongkok yakni sebesar US$25,13 miliar atau sekitar 32,57 persen. Diikuti oleh Jepang US$6,82 miliar atau 8,85 persen, dan Thailand US$4,53 miliar atau 5,87 persen,” kata Edy dalam telekonferensi, Kamis, 15 Juni 2023.

Dia menambahkan, kontribusi yang cukup tinggi juga berasal dari kelompok negara ASEAN, yakni sebesar US$12,99 miliar atau sekitar 16,84 persen, dan Uni Eropa sebesar US$5,69 miliar atau sekitar 7,38 persen.

Sementara untuk impor menurut golongan penggunaan barang, Edy melaporkan bahwa pada Mei 2023 seluruh golongan penggunaan barang tercatat mengalami peningkatan. Golongan bahan baku/penolong mengalami peningkatan terbesar yakni US$3,70 miliar atau sekitar 31,98 persen.

Halaman Selanjutnya

“Kemudian diikuti barang modal US$1,55 miliar atau sekitar 66,03 persen, dan barang konsumsi US$670,7 juta atau sekitar 47,96 persen,” ujar Edy.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %