polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138
disko69
slot rusia
disko69
slot thailand
disko69
dino69
lambe77
lambe77
wibu69
dino69
dino69
pargoy88
disko69
disko69
slot thailand
dino69
slot jepang
disko69
ngaso77
zoro77
dino69

Penerimaan Pajak RI Januari-Mei 2023 Turun

Ilustrasi pajak.
0 0
Read Time:1 Minute, 20 Second

Senin, 26 Juni 2023 – 13:04 WIB

Jakarta –  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penerimaan pajak menurun atau semakin melandai. Penerimaan pajak juga tercatat tidak sekuat pada awal tahun ini.

Baca Juga :

Sri Mulyani Tagih Komitmen Pembiayaan Negara Maju soal Perubahan Iklim

Bendahara negara ini mengatakan, penerimaan pajak pada Januari hingga Mei 2023 sebesar 17,7 persen angka itu turun dibandingkan Januari-Mei 2022 yang sebesar 53,5 persen.

“Kalau kita lihat kinerja penerimaan per bulan, baik yang disebut pertumbuhan secara per bulan maupun kumulatif, ini memang menunjukkan penerimaan pajak pertumbuhannya semakin melandai atau menurun. Pertumbuhannya tidak sekuat seperti awal tahun, karena memang tahun lalu pertumbuhannya itu sudah sangat tinggi,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Senin, 26 Juni 2023.

Baca Juga :

APBN 2023 Sudah Cair Rp 714 Triliun untuk Bansos hingga Pembayaran Pensiun ASN

Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, untuk penerimaan pajak pada Mei 2023 sebesar Rp 830,29 triliun. Angka itu 48,33 persen dari target pajak 2023 yang sudah dikumpulkan.

Baca Juga :

APBN 2023 hingga Mei 2023 Surplus Rp 204,3 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Rinciannya

Dia merinci, untuk Pajak Penghasilan (PPh) non migas sebesar Rp 486,84 triliun atau 55,7 persen dari target. “Artinya ini adalah kenaikan 16,4 persen dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Kemudian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mencapai Rp 300,64 triliun atau 40,47 persen dari target penerimaan tahun ini. Angka itu tercatat tumbuh 21,31 persen.

Halaman Selanjutnya

“Kenaikan dari PPh non migas dan PPN ini menggambarkan secara secara langsung atau tidak langsung kegiatan ekonomi,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %