Senin, 26 Juni 2023 – 20:50 WIB
Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong peran dan partisipasi masyarakat khususnya desa wisata dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif setempat. Hal tersebut ditegaskan dapat memberikan dampak yang besar terhadap kebangkitan ekonomi, baik secara lokal maupun nasional
Baca Juga :
Konsep Ekonomi yang Tepat Diterapkan di Indonesia Menurut Ketua DPD LaNyalla
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Martini M Paham mengatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas dan pengembangan satu destinasi.
“Ada tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi, yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A. Tapi, tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau human resource-nya atau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya,” ucap Martini dikutip Senin, 26 Juni 2023.
Baca Juga :
Imbau Daerah-daerah di Jatim Gali Potensi Ekonomi Desa, Khofifah Janji Siap Memfasilitasi
Martini mengatakan, hal itulah yang mendasari Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan World Bank dalam menyelenggarakan program Sosialisasi Sadar Wisata. Yang, merupakan bagian dari payung program Kampanye Sadar Wisata guna mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desanya.
Museum Bumi Manusia di Desa Wisata Gamplong
Baca Juga :
Kemenhub: Profesi Pelaut Jadi Pekerja Kunci Dalam Tulang Punggung Perekonomian
Pada tahun ini, Kampanye Sadar Wisata secara keseluruhan akan berlangsung di 90 Desa Wisata di enam Destinasi Pariwisata Prioritas yakni: Danau Toba, Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Labuan Bajo, dan Wakatobi.
“Ini peluang yang sangat bagus bagi kita untuk belajar. Peran kita harus terus dijaga supaya kita sama-sama bisa memajukan destinasi, mempromosikan, dan juga memenuhi pendekatan kualitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Martini.
Pemilihan desa wisata sebagai lokasi sasaran program tidak lepas dari peran desa wisata sebagai pandemic winner, yang unggul ketika pandemi.
Desa wisata tumbuh menjadi destinasi pariwisata yang mampu menawarkan pengalaman otentik. Selain beraktivitas di alam terbuka, wisatawan bisa sembari belajar budaya dan nilai kearifan lokal masyarakat desa.
Pembangunan desa wisata tidak lagi sebatas bertujuan untuk mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan, namun, kualitas kunjungan menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Martini berharap para peserta sosialisasi dapat memaksimalkan kegiatan itu dan menjadi duta dalam pengembangan pariwisata di daerahnya dengan menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada masyarakat yang lain.
“Bisa menjadi tuan rumah yang baik karena saya yakin salah satu modal utama pariwisata Indonesia adalah manusia-manusianya. Silakan tularkan kepada teman-teman semua, ceritakan kepada keluarga apa yang didapatkan dari acara yang luar biasa ini,” kata Martini.
Pada kesempatan yang sama, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, S. Achmad Husein berharap kegiatan itu dapat berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah Kelompok Sadar Wisata di Kabupaten Magelang. Saat ini, dari 57 desa wisata di Kabupaten Magelang, belum sepenuhnya memiliki Pokdarwis.
Halaman Selanjutnya
Oleh karena itu, mereka akan mempererat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong terwujudnya lebih banyak Pokdarwis di wilayah Magelang.