polaslot138
polaslot138
polaslot138
polaslot138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
maxwin138
epicwin138
epicwin138
epicwin138

Penyaluran Kredit Perbankan Mei 2023 Tembus Rp 6.577 T, OJK Ungkap Pendorongnya

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Selasa, 4 Juli 2023 – 20:34 WIB

Jakarta – Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae melaporkan, capaian penyaluran kredit perbankan pada Mei 2023 tumbuh 9,39 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 6.577 triliun.

Baca Juga :

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan RI Tetap Stabil Meski AS hingga China Alami Divergensi Ekonomi

Dia menjelaskan, capaian tersebut sejatinya didorong oleh pertumbuhan kredit investasi, yang mencapai sebesar 12,69 persen.

“Secara jenis kepemilikan, pertumbuhan kredit Bank Umum Swasta Nasional domestik tumbuh menjadi yang tertinggi, yaitu sebesar 15,2 persen (yoy),” kata Dian dalam telekonferensi, Selasa, 4 Juli 2023.

Baca Juga :

OJK Ungkap Sektor Usaha yang Topang Penguatan IHSG pada Juni 2023

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada Mei 2023 juga tercatat tumbuh 6,55 persen (yoy), atau melambat dari 6,82 persen pada April 2023 menjadi sebesar Rp 8.007 triliun. Hal itu terutama karena penghimpunan giro yang tumbuh melambat menjadi 8,35 persen, dari sebelumnya 13,61 persen pada April 2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae.

Baca Juga :

OJK Sebut Investor Singapura, Jepang, hingga Korsel Berminat Akuisisi Bank-bank Lokal RI

Dian memastikan, likuiditas industri perbankan pada Mei 2023 berada dalam level yang memadai, dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) tercatat naik, masing-masing menjadi 123,27 persen dan 27,52 persen.

“Jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 50 persen dan 10 persen,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, kualitas kredit perbankan juga masih terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net perbankan sebesar 0,77 persen dan NPL gross sebesar 2,52 persen. Hal itu seiring kredit restrukturisasi COVID-19 pada Mei 2023, yang turun Rp13,96 triliun dari April 2023 menjadi Rp 372,07 triliun. Ditambah lagi dengan jumlah nasabah yang turun 100 ribu, menjadi 1,64 juta nasabah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %